Tentang KursusFenomena Startup yang semakin banyak dijumpai di zaman sekarang memantik rasa penasaran sekaligus motivasi untuk membangun Startup. Telah terbukti pula bahwa kehadiran model bisnis yang baru tersebut memudahkan sebagian besar orang. Pilihan pun menjadi beragam. Konsumen bisa memilih pelayanan jasa dan produk seperti apa yang mereka inginkan. Startup kini menjadi sesuatu yang didambakan. Tampak dari luar membuat Startup adalah suatu perkara yang mudah. Ada beberapa hal penting yang sebelumnya harus dikenali dan digali terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membuat sebuah Startup.Tidak hanya sekedar memiliki ide bisnis model, Startup juga butuh jiwa entrepreneurship yang kuat dan mental yang tangguh. Mengkombinasikan bisnis model yang sudah matang didukung dengan kesiapan diri akan membuat Startup lebih mampu bertahan dengan segala macam kondisi.
Tentang KursusManusia kerap kali tidak menyadari waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Sebagian masyarakat tidak menyadari telah terjadi perubahan dan mendiamkannya. Sebagian individu lainnya enggan berubah atau tidak mau diubah. Sementara sebagian lagi berpikir bahwa perubahan hanya diperlukan ketika menemukan masalah.Padahal, hampir mustahil seseorang atau sebuah organisasi dapat melakukan perubahan ketika memasuki tahap krisis. Artinya, perubahan memerlukan manajemen dan tidak dapat bergulir dengan sendirinya.Ada banyak contoh yang menggambarkan kemunduran peradaban akibat ketidakberhasilan pemimpin dalam melakukan manajemen perubahan. Salah satu contohnya ialah kerajaan Sriwijaya yang hancur ketika China tidak lagi menggunakan Sriwijaya sebagai satu-satunya pelabuhan dagang.Tetapi di sisi lain, tak jarang suatu peradaban berhasil bergerak ke arah positif setelah adanya perubahan. Sebut saja Amerika Serikat yang berhasil menghapus segregasi kulit hitam berkat adanya perubahan yang digagas oleh seorang Martin Luther King. Kursus Change Manajemen atau Manajemen Perubahan akan dibawakan oleh Profesor Rhenald Kasali, Pendiri Rumah Perubahan dan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Tentang KursusSejak dilahirkan ke dunia ini, manusia sudah diberikan “kendaraan” yang disebut dengan “Self”. Dengan “Self”, manusia bisa mengembangkan semua potensinya dan mencapai sesuatu yang tak pernah terbayangkan. Apalagi dengan dunia yang terus berubah, dibutuhkan manusia-manusia berkarakter driver yang berkompetensi, cekatan, gesit, berinisiatif, dan kreatif.Selain karakter driver, ada juga yang disebut passenger. Jika diibaratkan seperti penumpang di dalam mobil, mereka boleh tertidur bahkan tak perlu tahu jalan pun, mereka sudah sampai pada tempat tujuan. Namun, tahukah Anda? Ternyata tanpa disadari mentalitas passenger sudah tertanam sejak anak masih kecil bahkan hingga anak sudah memasuki perguruan tinggi. Hal ini mengakibatkan lahirnya kaum muda yang cenderung pandai, namun output-nya adalah manusia-manusia ‘penumpang’.Selain itu banyaknya generasi wacana yang timbul karena cara mendidik selama ini. Fokusnya adalah buku teks, yaitu memindahkan pengetahuan dari buku teks ke kertas ujian. Jadi pintar itu adalah pintar kertas, dan sarjananya mungkin saja sarjana kertas.Akibat pendidikan yang demikian, fenomena passenger sangat menonjol dalam kalangan terdidik. Lalu saat menjalani peran sebagai eksekutif muda, mereka menjalani kehidupan rutin sehingga dikendalikan oleh autopilot-nya yang terprogram rapi, cenderung menghindari risiko. Bahkan di bangku kehidupannya mereka boleh mengantuk atau tertidur.Berbeda dengan seorang manusia driver. Seorang driver jangankan tertidur, mengantuk saja tidak boleh. Mereka dipaksa untuk berenang, mengayuh, dan berlari cepat. Mereka harus inisiatif dan kreatif dalam menentukan jalan mana yang akan mereka lalui. Tentunya melatih hal tersebut bukanlah hal yang mudah, namun bukankah pendidikan diberikan untuk mengubah manusia?Kursus ini akan memperkenalkan kepada Anda mental driver yang harus dimiliki dan mental passenger yang harus dihindari.
Tentang KursusDunia mulai memasuki era Post-Disruption yang penuh ketidak pastian. Individu serta bisnis lama yang menjadi representasi kekuatan lama dalam sekejap dapat hilang oleh kekuatan baru yang didukung oleh dunia yang semakin terkoneksi. Konsumen juga mengalami perubahan dari yang hanya mengkonsumsi menjadi lebih partisipatif.Akhirnya, Bisnis yang ingin berkembang dan bertahan di era ini membutuhkan kompas penunjuk dan cara-cara yang baru. Cara-cara perusahaan untuk menganalisis bisnisnya pun berubah dari analisis industri menjadi analisis arena. DItambah lagi cara mengelola bisnis yang sebelumnya berbasiskan kontrol, sekarang ini mulai bergerak ke arah Orkestrasi sumber daya.Untuk mencapai perubahannya, dibutuhkan mindset yang baru. Kolaborasi, Orkestrasi dan Eksplorasi menjadi mindset yang wajib dimiliki oleh individu hingga bisnis yang ingin bertahan di era Post Disruption.Mengapa Anda Perlu Mengikuti Kursus IniKursus ini mengajak kita untuk memahami dan mengeksplorasi cara menghadapi dunia baru dalam era ekonomi digital. Karena pendekatan dan bisnis model dulu tidak bisa dipakai secara praktiknya pada dunia baru saat ini. Selain itu, kursus ini mengajak kita untuk memahami mindset baru yang dibutuhkan oleh individu dan bisnis di Era Post Disruption Transformasi diperlukan untuk menghadapi dunia baru!!!Terdapat forum diskusi pada kursus ini. Siswa dapat memberikan tanggapan maupun pertanyaan pada forum diskusi tersebut. Silahkan ajak rekan yang lain untuk aktif dalam form diskusi.Selamat mengikuti kursus.